CrowdStrike Meraih Posisi Pemimpin di The Forrester Wave 2026 CrowdStrike secara resmi dinobatkan sebagai pemimpin (Leader) dalam laporan The Forrester Wave™: External Threat Intelligence Service Providers, Q3 2026. Pencapaian ini sangat membanggakan karena CrowdStrike berhasil meraih skor tertinggi dalam kategori Current Offering dan Strategy. Kami percaya pengakuan ini mencerminkan perubahan krusial dalam kebutuhan organisasi modern akan kecerdasan ancaman (threat intelligence) yang lebih efektif. Keamanan siber saat ini tidak lagi sekadar masalah skala atau ruang lingkup. Tantangan utamanya adalah kecepatan. Para penyerang kini bergerak lebih gesit, memanfaatkan berbagai celah di infrastruktur cloud, titik akhir (endpoint), hingga lingkungan SaaS. Di sisi lain, tim keamanan harus bekerja keras untuk mengimbangi kecepatan tersebut. Mengapa Kecepatan Sangat Krusial dalam Keamanan Siber? Saat ini, AI mempercepat penemuan kerentanan, eksploitasi, dan aktivitas intrusi secara interaktif. Hal ini secara drastis memangkas waktu bagi tim keamanan untuk merespons ancaman. Namun, pasar threat intelligence seringkali terfragmentasi. Banyak penyedia layanan hanya menawarkan solusi parsial, sehingga perusahaan terpaksa menggabungkan banyak alat berbeda. Fragmentasi tersebut menciptakan pandangan yang tidak lengkap. Ketika data intelijen musuh, risiko eksternal, dan konteks perburuan ancaman berada di sistem terpisah, tim keamanan akan kesulitan menyatukan kepingan informasi sebelum bertindak. Oleh karena itu, kebutuhan akan pandangan komprehensif yang terintegrasi menjadi sangat mendesak. Keunggulan CrowdStrike dalam Penawaran Saat Ini CrowdStrike meraih skor tertinggi dalam kategori Current Offering. Forrester menilai kekuatan utama kami terletak pada kecerdasan asli platform (platform-native intelligence). Keunggulan ini didukung oleh telemetri endpoint eksklusif yang tidak dapat diakses oleh vendor lain melalui kemitraan atau integrasi standar. Selain itu, cakupan deep and dark web kami sangat luas dan memiliki konteks mendalam. Kami menggabungkan telemetri tersebut dengan intelijen musuh orisinal, wawasan respons insiden, dan analisis malware yang presisi. Pendekatan ini memungkinkan tim keamanan untuk menghubungkan ancaman dengan aktivitas nyata di lingkungan pelanggan. Dominasi dalam Perburuan Ancaman dan Vulnerability Intelligence Dua area yang membuat kami menonjol adalah kemampuan perburuan ancaman dan intelijen kerentanan. CrowdStrike menjadi satu-satunya vendor yang menerima skor sempurna (5 dari 5) dalam kriteria Threat Hunting. Forrester secara khusus menyoroti penggunaan Threat Intelligence Hunt Agent sebagai pembeda utama yang memberikan nilai tambah signifikan. Selain itu, kami juga mencetak skor sempurna dalam kriteria Vulnerability Intelligence. Hasil ini mempertegas filosofi kami: intelijen tidak boleh berhenti pada deskripsi ancaman saja. Intelijen harus membantu pembela untuk: Mengidentifikasi celah yang dapat dieksploitasi. Memahami lokasi terjadinya aktivitas musuh. Menetapkan prioritas ancaman yang paling berbahaya. Bergerak cepat menuju langkah mitigasi yang konkret. Membangun Pusat Operasi Keamanan Berbasis Agen Tidak hanya unggul dalam penawaran saat ini, CrowdStrike juga meraih skor tertinggi dalam kategori Strategy. Forrester mengakui visi kami untuk menjadikan Threat AI sebagai inti pengambilan keputusan dalam operasional keamanan (SOC). Kami mengintegrasikan manajemen eksposur, prioritas kerentanan, dan manajemen permukaan serangan dalam satu ekosistem yang kohesif. Investasi R&D yang kuat dan komunitas praktisi yang aktif menempatkan kami dalam posisi strategis untuk mengeksekusi visi tersebut. Di masa depan, intelijen ancaman tidak bisa lagi menjadi fungsi riset yang terpisah. Intelijen harus membantu melakukan pekerjaan teknis secara otomatis agar tim keamanan lebih produktif. Strategi Threat AI kami berpusat pada agen yang dirancang khusus untuk menyelidiki, menganalisis, dan memprioritaskan tindakan di seluruh alur kerja keamanan. Dengan cara ini, kami membantu perusahaan memperpendek garis waktu pertahanan sekaligus mengurangi beban kerja tim keamanan yang seringkali kekurangan staf ahli. Kesimpulan: Melihat Gambaran Penuh Evaluasi Forrester menegaskan bahwa organisasi keamanan modern membutuhkan lebih dari sekadar data yang terputus. Mereka membutuhkan gambaran komprehensif mengenai musuh, lingkungan organisasi, dan eksposur yang menghubungkan keduanya. Skor tertinggi yang kami raih mencerminkan dedikasi kami dalam memberikan perlindungan yang adaptif dan proaktif. Sebagai penutup, pengakuan ini memvalidasi ide sederhana kami: pembela membutuhkan gambaran utuh, dilengkapi dengan intelijen dan AI, untuk memahami apa yang penting dan bertindak dengan kecepatan yang sama dengan ancaman. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dalam membantu organisasi melindungi aset digital mereka dari serangan siber yang terus berevolusi. Crowdstrike Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Crowdstrike. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Tag: Endpoint Protection
CrowdStrike Accelerates Real-Time Data Classification AI
Revolusi Keamanan Data dengan CrowdStrike dan AI On-Device Keamanan data modern sangat bergantung pada pemahaman data sensitif saat data tersebut dibuat, diakses, dan dipindahkan. CrowdStrike kini menghadirkan solusi inovatif dengan mempercepat klasifikasi data real-time melalui teknologi AI on-device. Pendekatan ini memungkinkan perlindungan data langsung pada endpoint secara lebih cerdas dan efisien. Selama ini, organisasi fokus mengidentifikasi pola terstruktur seperti nomor kartu kredit atau nomor identitas pribadi. Namun, ancaman sebenarnya sering bersembunyi dalam data tidak terstruktur seperti dokumen, log percakapan, tiket dukungan, hingga catatan medis. Memahami konteks informasi ini sama pentingnya dengan mengenali pola standar. Mengapa AI On-Device Menjadi Solusi Utama? Bayangkan seseorang mengirim pesan: “Saya sudah mengatur lingkungan kerja untukmu, login-nya j.harrison dan kata sandinya Sunrise@2026”. Pesan seperti ini tidak memiliki format standar, sehingga sistem berbasis aturan konvensional akan gagal mendeteksinya. Model bahasa (LLM) memahami konteks di balik pesan tersebut. Namun, menjalankan model AI lokal memiliki tantangan besar, yaitu menyeimbangkan efikasi model dengan kapasitas komputasi perangkat. CrowdStrike bekerja sama dengan Intel untuk mengatasi masalah ini dengan memanfaatkan perangkat keras khusus untuk akselerasi AI. Tantangan Performa pada Perangkat Model bahasa yang canggih biasanya membutuhkan infrastruktur cloud berbasis GPU yang sangat besar. Mengandalkan cloud untuk keamanan endpoint bukanlah pilihan ideal. Latensi cloud dapat menyebabkan keterlambatan, sementara pengiriman data sensitif ke luar perangkat menimbulkan risiko privasi yang signifikan. Menjalankan model ini langsung di CPU laptop standar juga tidak cukup cepat untuk kebutuhan perlindungan real-time. Oleh karena itu, CrowdStrike mengambil langkah strategis dengan memanfaatkan Neural Processing Unit (NPU) pada perangkat keras modern guna menjamin keamanan yang selalu aktif tanpa hambatan performa. Keunggulan Hardware Khusus untuk Keamanan Prosesor modern kini dilengkapi dengan GPU terintegrasi dan NPU yang dioptimalkan untuk inferensi AI. Melalui kolaborasi dengan Intel, CrowdStrike memberikan dukungan pertama di pasar untuk perlindungan data berbasis AI pada PC bertenaga Intel® Core™ Ultra. Penggunaan NPU menawarkan keuntungan signifikan dibandingkan GPU konvensional. Berikut adalah alasan mengapa NPU lebih unggul untuk kebutuhan ini: Konsumsi Daya Rendah: NPU dirancang untuk efisiensi tinggi, sehingga tidak menguras baterai laptop saat pengguna bekerja tanpa daya listrik. Stabilitas Performa: Tidak seperti GPU yang sering digunakan untuk rendering grafis, NPU didedikasikan untuk tugas AI, sehingga keamanan berjalan lancar di latar belakang. Optimasi Model untuk Endpoint Tantangan berikutnya adalah menyebarkan model AI yang mampu berjalan di perangkat tanpa dependensi perangkat lunak yang berat. CrowdStrike mengintegrasikan ONNX Runtime, sebuah kerangka kerja open-source yang memungkinkan inferensi cepat tanpa perlu Python runtime di endpoint. Dengan arsitektur ini, pelanggan tidak terikat pada satu jenis perangkat keras. Jika hardware masa depan muncul, penyedia dapat diganti tanpa harus melatih ulang model secara keseluruhan. Ini adalah langkah maju dalam memastikan keamanan data yang tahan lama. Masa Depan Keamanan Data yang Kontekstual Apa yang telah dibangun oleh CrowdStrike tidak berhenti pada satu jenis hardware saja. Fondasi AI ini dirancang untuk dapat diterapkan di berbagai platform, termasuk NVIDIA GPU di cloud dan Apple Neural Engine (ANE) pada perangkat macOS. Dengan membawa AI yang sadar konteks langsung ke endpoint, perlindungan data menjadi lebih akurat. Organisasi kini dapat mengamankan berbagai jenis data sensitif yang dibuat dan dibagikan setiap hari. Inovasi ini membuktikan bahwa kesenjangan antara AI skala cloud dan AI edge dapat diperkecil secara signifikan demi keamanan yang lebih baik. Kesimpulan Keamanan data yang efektif di era modern memerlukan teknologi yang mampu beradaptasi dengan cara kerja manusia. Melalui implementasi AI on-device, CrowdStrike berhasil menciptakan lapisan perlindungan yang tidak hanya cepat tetapi juga menjaga privasi pengguna dengan sangat ketat. Crowdstrike Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Crowdstrike. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.
Keamanan Browser: Pilar Utama Strategi Zero Trust Modern
Mengapa Keamanan Browser Menjadi Pilar Baru dalam Strategi Zero Trust Modern? Selama bertahun-tahun, strategi keamanan siber perusahaan berfokus pada perlindungan jaringan, perangkat, dan akses masuk ke sistem. Firewall, VPN, serta solusi keamanan perimeter menjadi fondasi utama menjaga aset digital. Namun, perubahan cara kerja modern telah mengubah pusat aktivitas digital; keamanan browser kini menjadi ruang kerja utama yang harus dilindungi. Saat ini, hampir seluruh aktivitas bisnis berlangsung melalui browser. Karyawan mengakses aplikasi SaaS, sistem internal, hingga layanan AI melalui peramban yang sama. Browser bukan lagi sekadar alat membuka web, melainkan titik pertemuan antara identitas pengguna, data sensitif, dan aplikasi bisnis. Kondisi ini menjadikannya target utama bagi para penyerang siber. Ancaman Modern pada Sesi Pengguna Ancaman terhadap browser terus berkembang pesat. Penyerang kini tidak hanya menargetkan perangkat, tetapi mulai membidik sesi pengguna secara langsung. Teknik seperti phishing modern, pencurian token sesi, hingga ekstensi browser berbahaya mampu melewati mekanisme keamanan tradisional. VPN dan sistem kontrol akses klasik sering kali gagal menangani ancaman yang beroperasi di dalam lapisan sesi aplikasi. Di sinilah prinsip Zero Trust menjadi semakin relevan bagi organisasi. Konsep Zero Trust mengubah paradigma keamanan: tidak ada pengguna atau sesi yang secara otomatis dipercaya. Setiap akses harus diverifikasi secara ketat berdasarkan identitas, kondisi perangkat, dan perilaku pengguna yang dinamis. Keamanan Berbasis Sesi untuk Kontrol Maksimal Tantangan terbesar muncul setelah akses diberikan. Apa yang dilakukan pengguna di dalam aplikasi? Apakah aktivitas tersebut sesuai dengan kebijakan perusahaan? Pertanyaan ini menuntut pendekatan keamanan browser yang mampu memberikan visibilitas penuh selama sesi berlangsung. Perlindungan tidak berhenti pada tahap login, melainkan terus mengevaluasi risiko secara real-time. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat mengendalikan berbagai aktivitas sensitif. Sebagai contoh, Anda dapat membatasi pengunggahan file, penggunaan ekstensi, hingga tindakan copy-paste pada aplikasi tertentu. Kontrol ini membantu mengurangi risiko kebocoran data tanpa harus menghambat produktivitas pengguna di era kerja terdistribusi. Menjaga Keseimbangan dengan Produktivitas Salah satu tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara perlindungan dan pengalaman pengguna. Solusi yang terlalu ketat akan menghambat alur kerja, sementara perlindungan yang terlalu longgar membuka celah serangan. Keamanan browser yang ideal harus bekerja di balik layar, memberikan perlindungan kuat tanpa menciptakan hambatan yang berarti bagi karyawan. Pendekatan berbasis browser memberikan keuntungan bagi organisasi yang memiliki tenaga kerja terdistribusi atau kontraktor. Anda tidak perlu selalu menyediakan perangkat khusus atau infrastruktur kompleks untuk memastikan keamanan akses. Cukup dengan mengamankan sesi di browser, organisasi dapat memberikan akses aman dari mana saja. Keamanan di Era Kecerdasan Buatan (AI) Meningkatnya penggunaan AI membuat urgensi keamanan browser semakin mendesak. Banyak organisasi memanfaatkan AI generatif untuk efisiensi, namun ini menghadirkan risiko kebocoran data ke layanan eksternal. Penggunaan ekstensi AI yang tidak terverifikasi atau alur kerja otomatis yang sulit diawasi adalah tantangan nyata. Keamanan harus berkembang mengikuti perubahan cara manusia bekerja. Jika browser telah menjadi pusat aktivitas bisnis, maka browser juga harus menjadi bagian utama dari arsitektur keamanan perusahaan. Integrasi antara platform keamanan AI-native dengan browser memberikan perlindungan cerdas pada setiap interaksi digital. Kesimpulan Masa depan keamanan bukan hanya membangun pertahanan di sekitar jaringan, tetapi memberikan perlindungan pada setiap interaksi digital. Dengan menerapkan prinsip Zero Trust pada browser, organisasi memastikan bahwa setiap sesi dan perpindahan data tetap dalam kendali. Melindunginya bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan strategis dalam transformasi digital. Crowdstrike Indonesia merupakan bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Crowdstrike. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.