Laporan Ancaman Lanskap Eropa CrowdStrike 2025: Peningkatan Pemerasan dan Aktivitas Negara Bangsa yang Meningkat

Ancaman siber di Eropa tidak pernah sekompleks dan seberbahaya ini. Laporan CrowdStrike 2025 European Threat Landscape mengungkapkan bahwa dalam dua tahun terakhir, organisasi yang berbasis di Eropa semakin terpapar pada ancaman dari kelompok eCrime yang semakin canggih, pemerasan ransomware yang semakin meningkat, serta aktivitas negara bangsa yang makin intens. Dalam lanskap yang semakin dinamis ini, penting bagi perusahaan dan organisasi untuk memahami ancaman-ancaman ini agar dapat melindungi data dan operasional mereka.

Kondisi Lanskap Ancaman yang Semakin Ramai dan Kompleks

Eropa tetap menjadi salah satu target utama bagi para pelaku ancaman global. Kelompok eCrime yang dimotivasi secara finansial terus menargetkan wilayah ini, sementara espionase dan hacktivism meningkat seiring dengan ketegangan geopolitik yang timbul dari konflik yang sedang berlangsung.

Menurut laporan CrowdStrike 2025, aktivitas big game hunting (BGH) menjadi sangat dominan di wilayah ini. Sejak Januari 2024, lebih dari 2.100 korban yang berbasis di Eropa tercatat dalam lebih dari 100 situs kebocoran data (DLS) yang dilacak oleh CrowdStrike. Ini menunjukkan bahwa lebih dari 22% dari organisasi yang terpapar adalah target dari serangan ransomware dan pemerasan data.

Beberapa negara yang paling sering diserang di Eropa adalah Inggris, Jerman, Italia, Prancis, dan Spanyol, dengan sektor yang paling sering menjadi target meliputi manufaktur, jasa profesional, teknologi, industri, dan ritel.

Mengapa Eropa menjadi sasaran utama? Ada beberapa alasan penting:

  1. Target yang Menguntungkan: Eropa menyimpan beberapa perusahaan terbesar di dunia, yang sangat menarik bagi para pelaku BGH yang biasanya menetapkan tuntutan tebusan berdasarkan pendapatan organisasi.

  2. Motif Politik: Meskipun sebagian besar pelaku BGH termotivasi oleh uang, beberapa ancaman juga dipengaruhi oleh motif politik, yang dapat berujung pada serangan dengan tujuan tertentu di luar keuntungan finansial.

  3. Tekanan Hukum: Regulasi seperti General Data Protection Regulation (GDPR) memberikan celah bagi pelaku ancaman untuk menggunakan ancaman hukuman besar untuk mendorong korban membayar tebusan.

Sistem kejahatan siber di Eropa sangat dinamis dan mudah beradaptasi. Pasar gelap online, seperti BreachForums, yang dioperasikan oleh aktor ancaman di Prancis dan Inggris, memfasilitasi transaksi yang menghubungkan broker akses awal, pengembang malware, dan afiliasi ransomware. Forum yang berbahasa Rusia dan Inggris menjadi tempat jual beli kredensial yang dicuri, data, serta akses sistem. Aplikasi terenkripsi dan Telegram sering digunakan untuk menjual paket phishing dan informasi login yang dicuri.

Teknik Pemerasan yang Meningkat: Ransomware dan Data Extortion

Sejak 2024, serangan ransomware dan pemerasan data terus meningkat dengan pesat. Banyak perusahaan yang terpapar serangan ini harus menghadapi ancaman yang lebih canggih dan tak kenal ampun. Para pelaku ancaman menggunakan teknik yang lebih pintar dan lebih cepat untuk menginfeksi sistem korban dan mengenkripsi data mereka, sambil mengancam untuk merilis data sensitif jika pembayaran tidak dilakukan.

Sebagai contoh, perusahaan manufaktur besar di Inggris yang menjadi korban ransomware pada awal 2025 terpaksa membayar tebusan besar setelah data pelanggan dan transaksi sensitif mereka terancam bocor. Kejadian ini menyoroti bagaimana organisasi besar di Eropa harus siap menghadapi serangan yang tidak hanya merusak data, tetapi juga reputasi dan kepercayaan konsumen.


Peran Geopolitik dalam Meningkatnya Aktivitas Negara Bangsa

Selain kelompok kejahatan terorganisir, ancaman negara bangsa juga semakin nyata di Eropa. Negara-negara seperti Rusia, China, Korea Utara, dan Iran memperluas sasaran mereka di wilayah ini, dengan peningkatan tajam dalam kegiatan siber yang melibatkan spionase, sabotase, dan penargetan sektor-sektor strategis.

Rusia dan Pengaruhnya di Eropa

Perang di Ukraina terus membentuk lanskap ancaman siber Eropa. Pelaku ancaman yang berhubungan dengan Rusia menargetkan infrastruktur pemerintah dan pertahanan negara-negara Eropa dengan serangan phishing untuk mengumpulkan informasi intelijen dan merusak dukungan politik terhadap Ukraina. Serangan destruktif yang dilancarkan terhadap entitas Ukraina juga bertujuan untuk mendistorsi sistem dan memberi tekanan psikologis terhadap masyarakat Ukraina.

China dan Targeting Infrastruktur Cloud

Ancaman dari aktor yang berhubungan dengan China lebih banyak berfokus pada infrastruktur cloud dan perangkat ujung (edge devices). Sektor-sektor seperti pemerintahan, kesehatan, dan bioteknologi menjadi sasaran utama, di mana mereka mencoba mengakses data yang sangat bernilai untuk tujuan spionase dan pengumpulan informasi.

Korea Utara dan Serangan Finansial

Korea Utara, yang semakin memperkuat aliansinya dengan Rusia, meningkatkan serangannya terhadap sektor-sektor strategis di Eropa. Serangan terhadap entitas pertahanan, diplomatik, dan keuangan sering kali bertujuan untuk mencuri cryptocurrency dan menghindari sanksi internasional.

Iran dan Aktivitas Hacktivism

Sementara itu, konflik kinetik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Israel dan Hamas, memicu serangan siber yang didorong oleh negara Iran, baik itu untuk spionase, hack-and-leak, hingga kampanye destruktif. Aktor yang berhubungan dengan Iran sering kali menyamar sebagai hacktivis untuk menutupi motif spionase mereka.

Bagaimana Organisasi Dapat Menghadapi Ancaman ini?

Dengan berbagai ancaman yang terus berkembang ini, organisasi di Eropa harus semakin waspada terhadap para pelaku ancaman yang semakin cepat, cerdik, dan berbahaya. Oleh karena itu, penting bagi setiap organisasi untuk mengimplementasikan strategi keamanan yang berbasis intelijen dan pendekatan proaktif dalam pertahanan siber.

Langkah-langkah yang perlu diambil antara lain:

  • Mengidentifikasi dan memahami ancaman: Dengan mengetahui siapa yang menjadi ancaman, apa yang mereka lakukan, dan bagaimana mereka melakukannya, organisasi dapat membuat kebijakan dan strategi yang lebih baik.

  • Melakukan pelatihan keamanan yang berkelanjutan: Penting bagi setiap anggota tim untuk memahami teknik yang digunakan oleh pelaku ancaman, seperti phishing dan CAPTCHA palsu.

  • Memperbarui sistem dan perangkat lunak secara berkala untuk menutup celah yang dapat dimanfaatkan oleh aktor jahat.


Kesimpulan: Tingkatkan Keamanan dengan Pendekatan Berbasis Intelijen

Laporan CrowdStrike 2025 European Threat Landscape menunjukkan bahwa ancaman terhadap Eropa semakin kompleks dan terus berkembang. Dari serangan ransomware yang terus meningkat hingga spionase negara bangsa yang semakin agresif, ancaman siber semakin menjadi masalah besar bagi organisasi di seluruh wilayah ini.

Namun, dengan strategi keamanan yang tepat, pemahaman tentang ancaman yang ada, dan pendekatan berbasis intelijen, organisasi dapat memperkuat pertahanan mereka dan tetap selangkah lebih maju dari para pelaku ancaman.

Jika Anda ingin tahu lebih lanjut tentang bagaimana melindungi organisasi Anda dari ancaman-ancaman ini, baca laporan lengkap CrowdStrike 2025 European Threat Landscape dan perkuat pertahanan siber Anda sekarang!

Lindungi Infrastruktur Cloud Anda dengan Teknologi Keamanan Terdepan
Keamanan siber bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Tim CrowdStrike Indonesia, bersama mitra resmi kami PT. iLogo Infralogy Indonesia, siap mendukung Anda dalam menghadapi tantangan modern dalam menjaga keamanan cloud bisnis Anda.

Dengan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang telah terbukti efektif, kami dapat mengevaluasi sistem keamanan Anda dan memberikan solusi yang dirancang khusus sesuai dengan kebutuhan unik perusahaan Anda.

Kami juga menawarkan sesi demo langsung untuk Anda melihat secara langsung bagaimana solusi CrowdStrike melindungi sistem Anda dari ancaman siber yang terus berkembang.

Jangan tunggu sampai serangan terjadi.
Ambil langkah pencegahan yang tepat sekarang juga. Hubungi kami untuk konsultasi gratis dan mulai lindungi bisnis Anda dengan teknologi keamanan yang paling canggih.