Serangan siber masih menjadi tantangan terbesar yang menakutkan bagi perusahaan, tidak terkecuali industri bidang kesehatan. Pasalnya, sebagian industri , seperti rumah sakit masih tidak terlalu fokus terhadap keamanan data, termasuk data pasien. Dampaknya, kerentanan tersebut dapat memicu serangan pada jaringan komputer di rumah sakit. Selain itu, menurut laporan Australian Cyber Security Center (ACSC), para penjahat siber juga melihat industri kesehatan menjadi lahan yang mudah untuk dicuri data serta aset penting lainnya. Karena, ransomware menjadi salah satu teknik yang paling sering di gunakan untuk mengambil data pasien dan menahan data korban untuk memberikan uang tebusan dalam jumlah yang tidak sedikit. Mari kita bahas mengenai seputar fakta terkait serangan siber di bidang Kesehatan, dan bagaimana langkah-langkah untuk mengantisipasinya, serta solusi baik yang dapat di implementasikan untuk mencegahnya, mari kita Simak. Fakta Serangan Siber di industri Kesehatan Indonesia Seperti yang sudah disebutkan diatas, pelaku ancaman siber mengincar industri Kesehatan karena ingin mengambil data pasien, seperti informasi pribadi ataupun rekan jejak medis, serta sumber daya rumah sakit lainnya yang bisa menguntungkan. Menurut laporan crowdstrike 2022 Global Threat Report, ransomware menjadi salah satu metode yang sering digunakan para ancaman siber untuk membobol sistem IT rumah sakit. Bahaya nya, mereka mampu melakkan fine tuning teknik dalam menargetkan korban. Sistem yang ada di rumah sakit memiliki berbagai komponen jaringan yang saling terhubung satu sama lain, dari sistem tradisional hingga modern dan dengan berbagai tingkat keamanan. Tidak hanya itu,kerentanan pada software seperti apache log4h2 dan hardware platform juga terus melakukan update lapisan serangan. Langkah Proteksi Industri Kesehatan Dari Ancaman Siber Untuk meminimalisir serangan siber, industri Kesehatan harus bisa mengurangi lapisan serangan yang ada di dalam sistem IT. Setidaknya, ada beberapa Langkah yang bisa dilakukan untuk melindungi sistem IT dari ancaman siber, berikut beberapa Langkah untuk mencegah, Lindungi Seluruh Perangkat. Fasilitas Kesehatan bisa di bilang aman jika semua aset dapat dilindungi, hal ini termasuk untuk mengamankan semua area penting yang dapat beresiko terjadinya serangan siber, seperti endpoint dan perangkat security, data serta identitas. Selalu Waspada dan Sigap Menurut riset crowdstrike cybersecurity, kebocoran data dengan kerugian masih bisa terjadi dalam hitungan jam saja. Rata- rata waktu serangan siber bergerak secara lateral dari satu host yang sudah di susupi ke jaringan adalah sekitar 1jam 32menit Karenanya, tim keamanan di fasilitas Kesehatan harus selalu waspada dan sigap dalam mensiasati kejadian seperti ini, dengan mengotomatiskan langkah seperti pencegahan, deteksi, investigasi, serta respons workflow dengan cyber threat intelligence yang di observasi langsung. Menerapkan Konsep Zero Trust Kebanyakan serangan siber menggunakan serangan berbasis identitas untuk menyusupi kredensial yang sah dan menggunakan teknik seperti pergerakan lateral untuk menghindari terdeteksi. Karena memiliki akses yang mudah ke kredensial pengguna dari dark-web data brokers, kebanyakan penjahat siber langsung melakukan login layak nya pengguna normal. Disinilah industri Kesehatan harus mengimplementasikan strategi zero trust, yang mampu mendeteksi ancaman secara akurat dan pencegahan real time terhadap serangan berbasis identitas Pantau Activity Ancaman Siber Pantau ancaman siber dari forum dark web. Bisnis Kesehatan harus menggunakan tools monitoring resiko digital untuk mendapatkan ancaman terhadap data dan asset perusahaan. Tidak Cuma itu, mereka juga mendapatkan ancaman terkait dengan adanya ancaman dan dapat mencegah terjadinya kebocoran data Investasi Threat Hunting 62% dari serangan siber termasuk serangan non-malware dan aktivitas langsung dari keyboard. Seiring ancaman siber yang terus berkembang, melewati solusi keamanan seperti machine learning secara mandiri tidaklah cukup untuk menghentikan ancaman. Karenanya, bisnis perlu menggabungkan teknologi dengan IT Cyber security. Solusi dapat membantu industri Kesehatan untuk lebih cepat menemukan ancaman siber serta mendeteksi ancaman Solusi Crowdstrike untuk Mengatasi Ancaman Siber di Industri Kesehatan setelah mempelajari cara diatas, lengkapi pertahanan siber di bisnis kesehatan dengan Crowdstrike Falcon Complete. Solusi ini bisa mengatasi kebocoran data dengan endpoint terpadu dan perlindungan cloud. Berikut kelebihan Crowdstrike Falcon Complete Scanless dan Cepat Falcon spotlight memanfaatkan teknologi scanless, menghadirkan solusi manajemen kerentanan yang always on secara otomatis. Dengan data yang dipriortitaskan secara realtime. Fitur ini menghilangkan laporan yang rumit dengan dashboard yang intuitif. Zero impact Platform crowdstrike falcon cloud native memiliki agent tunggal untuk mengumpulkan data dan menggunakan nya sebanyak mungkin. Dampaknya, tidak lagi membutuhkan agent tambahan. Dapatkan solusi CrowdStrike Falcon Complete dari Ilogo Indonesia Sebagai reseller dari crowdstrike, ilogo menghadirkan solusi keamanan siber yang membantu untuk mengamankan perusahaan dari berbagai ancaman siber. Ilogo akan membantu perusahaan untuk mengimplementasi crowdstrike falcon complete disetiap tahapan nya, mulai dari konsultasi ke dukungan after sales lewat tim yang bersertifikasi. Untuk informasi lebih lanjut hubungi crowdstrike@ilogoindonesia.id