Skip to content
  • Home
  • Products
    • Cloud Security
    • Endpoint Security
  • Blog
  • Hubungi Kami
placeholder-661-1-1.png
  • Home
  • Products
    • Cloud Security
    • Endpoint Security
  • Blog
  • Hubungi Kami

Tag: crowdstrike indonesia

July 24, 2025

CrowdStrike Memimpin Transformasi SIEM Generasi Berikutnya

Lanskap ancaman siber terus berkembang. Para penyerang kini lebih cepat, lebih canggih, dan semakin sulit dideteksi. Namun ironisnya, banyak organisasi masih bergantung pada alat SIEM (Security Information and Event Management) lama yang sudah tidak mampu mengikuti kecepatan serangan modern. Inilah mengapa kami sangat bangga mengumumkan bahwa CrowdStrike dinobatkan sebagai Leader dan Fast Mover dalam laporan 2025 GigaOm SIEM Radar. Pengakuan ini tidak hanya menempatkan Falcon Next-Gen SIEM sebagai inti dari SOC berbasis AI, tetapi juga memvalidasi peran kami dalam mendefinisikan ulang operasi keamanan di era modern. GigaOm tidak hanya memberi CrowdStrike skor tertinggi, tetapi juga mengakui Falcon Next-Gen SIEM sebagai Platform Play yang paling inovatif dan lengkap. Ini bukan sekadar penghargaan—ini adalah bukti nyata bahwa masa depan SIEM bukan sekadar manajemen log, melainkan tentang memberdayakan tim keamanan untuk mendeteksi, menyelidiki, dan merespons ancaman dengan kecepatan mesin. Kegagalan SIEM Tradisional dalam Membantu Tim SOC Selama bertahun-tahun, vendor SIEM tradisional menjanjikan “single pane of glass” untuk operasi keamanan. Namun realitasnya seringkali jauh dari harapan: Terlalu banyak notifikasi hingga membebani tim SOC. Data dan alat yang terkotak-kotak, menyebabkan celah visibilitas yang berbahaya. Implementasi mahal yang memakan waktu berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, sebelum memberikan nilai nyata. Tak heran jika GigaOm menyebut pasar SIEM “sudah matang dan kompetitif” namun dengan inovasi yang stagnan. Di tengah keramaian ini, CrowdStrike tampil berbeda dengan pendekatan yang segar dan relevan. Mendefinisikan Ulang SIEM untuk SOC Berbasis AI Falcon Next-Gen SIEM adalah fondasi dari SOC modern berbasis AI. Alih-alih menggabungkan berbagai alat yang terpisah, kami membangun platform terpadu yang mencakup: ✅ Endpoint Detection and Response (EDR) ✅ Threat Intelligence ✅ Security Orchestration, Automation, and Response (SOAR) ✅ Perlindungan Cloud, Identity, dan Workload Hasilnya? Sebuah sistem yang menghadirkan visibilitas menyeluruh, deteksi ancaman tingkat lanjut, dan kemampuan respons otomatis dengan kecepatan yang belum pernah ada sebelumnya. GigaOm memvalidasi pendekatan ini dengan memberikan kami skor sempurna 5/5 di kategori utama: ⭐ Cakupan Permukaan Serangan ⭐ Agen dan Co-Pilot berbasis LLM ⭐ Otomasi dan Unit Riset Ancaman Tidak ada vendor lain yang mendapatkan skor tertinggi di Key Features dan Business Criteria sekaligus. Mengapa Organisasi Memilih Falcon Next-Gen SIEM Dalam tahun pertamanya, ribuan pelanggan sudah mempercayakan SOC mereka kepada Falcon Next-Gen SIEM. Mereka memproses lebih dari 11PB data per hari dan menjalankan lebih dari 30 juta aksi otomatis setiap minggu. Dibandingkan dengan SIEM tradisional: 🚀 Implementasi hingga 3x lebih cepat ⚡ Pencarian data 150x lebih cepat 🛡️ Tim SOC menghemat 40+ jam kerja per minggu berkat triase otomatis berbasis AI Ini bukan peningkatan kecil. Ini adalah lompatan besar dalam cara operasi keamanan dijalankan. Inovasi Tanpa Henti untuk SOC Modern Falcon Next-Gen SIEM memanfaatkan agentic AI—AI yang tidak hanya memberikan wawasan tetapi juga bertindak langsung melindungi bisnis Anda. Charlotte AI™ menangani triase notifikasi dan merespons ancaman secara otomatis, mengurangi false positive dan memungkinkan analis fokus pada hal yang benar-benar penting. Agentic Workflows mempercepat investigasi ancaman dan mengotomatiskan tugas-tugas rutin. Threat Intelligence Real-Time memperkaya deteksi dan memastikan Anda selalu selangkah lebih maju dari lawan. Tak heran GigaOm menyebut Falcon Next-Gen SIEM sebagai “salah satu peluncuran produk paling menonjol di pasar,” terutama di tahun ketika banyak vendor lama sibuk dengan merger dan akuisisi. Satu Platform untuk Menyederhanakan SOC Anda SIEM tradisional seringkali bergantung pada integrasi pihak ketiga untuk fungsi dasar. Falcon Next-Gen SIEM menghadirkan integrasi native untuk endpoint, identity, cloud, dan lainnya. Keuntungannya? ✅ Visibilitas menyeluruh terhadap seluruh permukaan serangan. ✅ Operasi yang lebih sederhana dengan biaya lebih rendah. ✅ Platform siap pakai untuk ancaman modern. Masa Depan SIEM Ada di Sini Dengan serangan yang semakin kompleks dan volume data yang meledak, tim keamanan membutuhkan lebih dari sekadar SIEM lama. Mereka butuh platform terpadu berbasis AI yang memungkinkan mereka melihat dan menghentikan ancaman secara real-time. Laporan 2025 GigaOm Radar for SIEM menegaskan keunggulan kami: CrowdStrike Falcon Next-Gen SIEM bukan hanya mengikuti perkembangan keamanan—tetapi mendefinisikan masa depannya. Apakah Anda siap memodernisasi SOC Anda? 👉 Unduh laporan 2025 GigaOm SIEM Radar untuk melihat mengapa CrowdStrike menjadi pemimpin industri. 👉 Kunjungi halaman produk Falcon Next-Gen SIEM untuk mempelajari lebih lanjut bagaimana kami dapat membantu mentransformasi operasi keamanan Anda. Mau saya buat versi storytelling yang lebih santai (cocok untuk audiens LinkedIn)? Atau versi profesional untuk blog perusahaan yang lebih formal? ✅ Mau saya tambahkan juga judul + call-to-action (CTA) yang lebih kuat untuk marketing? Lindungi Cloud Anda dengan Teknologi Keamanan Terdepan Tim CrowdStrike Indonesia, bersama mitra resmi kami PT. iLogo Infralogy Indonesia, siap membantu Anda menghadapi tantangan keamanan siber — terutama dalam melindungi infrastruktur cloud bisnis Anda. Dengan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang terbukti efektif, kami bisa membantu mengevaluasi sistem keamanan Anda dan memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan Anda. Kami juga menyediakan sesi demo langsung, agar Anda bisa melihat secara langsung bagaimana teknologi CrowdStrike bekerja dan bagaimana kami bisa membantu menjaga sistem Anda tetap aman dari ancaman siber. 🔐 Jangan tunggu sampai serangan terjadi. Hubungi kami hari ini untuk konsultasi gratis, dan ambil langkah pencegahan yang tepat untuk keamanan bisnis Anda.

Read More
July 16, 2025

Mengapa CrowdStrike Falcon Adalah Masa Depan Pertahanan Siber — Pelajaran dari Locked Shields 2025

Sebagai seseorang yang sangat memperhatikan perkembangan dunia keamanan siber, saya benar-benar terinspirasi oleh keberhasilan luar biasa tim gabungan Jerman-Singapura di Locked Shields 2025—latihan pertahanan siber internasional terbesar dan paling kompleks di dunia. Kemenangan mereka bukan sekadar pencapaian tim; itu adalah bukti nyata betapa kuat, cerdas, dan efektifnya Platform CrowdStrike Falcon®, terutama dalam kondisi tekanan ekstrem seperti simulasi serangan siber nasional berskala besar. Platform Falcon bukan hanya “teknologi yang canggih”—ia adalah senjata siber masa kini yang didesain dengan pendekatan AI-native, dan terbukti memberikan deteksi cepat, respon agresif, dan visibilitas menyeluruh terhadap ancaman yang sangat canggih. Locked Shields 2025: Tempat Uji Nyali dan Teknologi Locked Shields bukan ajang biasa. Diselenggarakan oleh NATO CCDCOE, latihan ini mempertemukan lebih dari 4.000 peserta dari 41 negara untuk menghadapi simulasi serangan siber yang sangat kompleks dan realistis—setara dengan ancaman dari negara musuh atau kelompok eCrime yang paling berbahaya sekalipun. Tahun ini, para peserta harus melindungi infrastruktur digital penting seperti jaringan listrik, sistem 5G, satelit, dan platform militer. Tak hanya itu, mereka juga diuji dalam hal strategi hukum, komunikasi krisis, disinformasi, dan pengambilan keputusan dalam tekanan tinggi. Di tengah medan “pertempuran” ini, tim Jerman-Singapura tampil sebagai pemenang—dan CrowdStrike Falcon menjadi fondasi utama pertahanan mereka. Peran Kunci CrowdStrike Falcon Tim gabungan Jerman-Singapura terdiri dari para ahli dari Bundeswehr (militer Jerman), Digital and Intelligence Service (DIS) Singapura, dan lembaga keamanan nasional lainnya. Mereka dibantu langsung oleh para engineer CrowdStrike dari Jerman dan Singapura, serta analis Falcon® Counter Adversary Operations Elite dan tim OverWatch™ secara remote. Yang membuat saya benar-benar kagum adalah: Kecepatan deteksi ancaman yang luar biasa dari Falcon, membuat tim bisa bereaksi jauh lebih cepat dibanding platform lainnya. Respons insiden yang agresif dan tepat sasaran, berkat pemanfaatan AI dan intelijen siber real-time. Kolaborasi erat antara teknologi dan tim ahli CrowdStrike yang terus membimbing dan mendampingi tim selama latihan. Dukungan strategis dari Falcon Counter Adversary yang mampu membantu mengidentifikasi jenis serangan dan asalnya, sehingga respon yang diberikan selalu relevan dan cepat. Tidak heran jika hasil ini menjadi pencapaian terbaik Jerman selama 15 tahun keikutsertaan mereka di Locked Shields. Dampak Global, Kolaborasi Internasional Yang tak kalah penting, CrowdStrike juga mendukung 12 negara lainnya dalam latihan ini, termasuk Romania, Portugal, dan Moldova. Baik sebagai penyedia teknologi utama maupun sebagai konsultan operasional di lapangan, CrowdStrike menunjukkan komitmennya terhadap keamanan siber global. Inilah bukti bahwa pertahanan siber bukan lagi tanggung jawab satu negara atau satu institusi saja. Kita butuh kerja sama internasional, baik antar pemerintah maupun dengan sektor swasta, untuk menghadapi ancaman siber modern yang semakin kompleks dan lintas batas. Inilah Masa Depan Pertahanan Siber Kemenangan tim Jerman-Singapura adalah cerminan dari apa yang bisa dicapai ketika kita memiliki kombinasi antara SDM yang terlatih dan teknologi yang tepat. Dan teknologi itu adalah CrowdStrike Falcon—platform yang dirancang untuk menghentikan pelanggaran dalam waktu nyata, melindungi infrastruktur kritis, dan memberikan respons dengan skala dan kecepatan tinggi. Ini bukan hanya tentang memenangkan sebuah kompetisi. Ini tentang bagaimana kita mempersiapkan organisasi kita menghadapi dunia nyata yang penuh dengan serangan siber canggih. Latihan seperti Locked Shields memberikan pelajaran nyata bahwa teknologi yang hebat, tim yang solid, dan mitra strategis yang mendampingi adalah kunci sukses di era digital saat ini. Kesimpulan Saya: Siapkan Sekarang, Menangkan Nanti Bagi saya pribadi, pelajaran terbesar dari Locked Shields 2025 adalah: Keamanan siber itu tidak bisa ditunda. Persiapan hari ini adalah kemenangan besok. CrowdStrike Falcon telah membuktikan kemampuannya di medan uji paling berat—dan jika bisa memberikan perlindungan seperti itu untuk militer dan tim pertahanan nasional, bayangkan bagaimana platform ini bisa memperkuat organisasi Anda. Lindungi Cloud Anda dengan Teknologi Keamanan Terdepan Tim CrowdStrike Indonesia, bersama mitra resmi kami PT. iLogo Infralogy Indonesia, siap membantu Anda menghadapi tantangan keamanan siber — terutama dalam melindungi infrastruktur cloud bisnis Anda. Dengan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang terbukti efektif, kami bisa membantu mengevaluasi sistem keamanan Anda dan memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan spesifik perusahaan Anda. Kami juga menyediakan sesi demo langsung, agar Anda bisa melihat secara langsung bagaimana teknologi CrowdStrike bekerja dan bagaimana kami bisa membantu menjaga sistem Anda tetap aman dari ancaman siber. 🔐 Jangan tunggu sampai serangan terjadi. Hubungi kami hari ini untuk konsultasi gratis, dan ambil langkah pencegahan yang tepat untuk keamanan bisnis Anda.

Read More
July 12, 2025

Resep Perlindungan: Cara Organisasi Kesehatan Mengamankan Diri dari Ancaman Siber yang Berkembang

Sektor kesehatan terus menjadi target utama bagi para peretas. Seiring dengan berkembangnya lanskap digital dan semakin canggihnya ancaman siber, organisasi kesehatan menghadapi risiko besar dari serangan siber yang bermotif finansial. Dengan para pelaku kejahatan dunia maya yang terus beradaptasi dengan taktik baru, penting bagi organisasi kesehatan, termasuk rumah sakit, klinik, perusahaan farmasi, dan penyedia asuransi, untuk tetap berada di depan dalam perlindungan terhadap ancaman ini. CrowdStrike, sebagai pemimpin industri dalam keamanan siber, telah menyaksikan secara langsung bagaimana metode yang digunakan oleh pelaku kejahatan untuk menyusup ke dalam sistem kesehatan semakin canggih. Mulai dari ransomware hingga pemerasan data, serangan ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga menimbulkan dampak signifikan terhadap layanan pasien dan integritas data. Lalu, bagaimana cara organisasi kesehatan melindungi diri dalam menghadapi ancaman yang terus berkembang ini? Mari kita bahas wawasan dunia nyata dan langkah praktis yang dapat diambil untuk mempertahankan keamanan organisasi. Tantangan Keamanan Siber yang Unik di Sektor Kesehatan Organisasi kesehatan menghadapi beberapa tantangan yang membuat mereka menjadi target empuk bagi pelaku kejahatan dunia maya. Salah satu tantangan terbesar adalah tren merger dan akuisisi (M&A) yang terus berlangsung dalam industri ini. Menurut Bain & Company, aktivitas M&A di sektor kesehatan sering dikaitkan dengan hasil yang sukses, tetapi integrasi teknologi yang tidak hati-hati pasca-akuisisi tetap menjadi area risiko yang signifikan. Ini terutama berisiko ketika harus menjaga data sensitif dan menyelaraskan praktik keamanan di seluruh entitas yang baru diintegrasikan. Dalam salah satu insiden yang diselidiki oleh CrowdStrike Services, pelaku kejahatan mendapatkan akses ke lingkungan organisasi kesehatan melalui solusi akses jarak jauh milik perusahaan yang baru diakuisisi. Hal ini menyebabkan kebocoran data dan pemerasan, di mana pelaku kejahatan menuntut pembayaran untuk mencegah penyebaran data sensitif. Insiden ini menggarisbawahi bahaya dari kebijakan keamanan yang buruk selama proses integrasi M&A. Ransomware dan Pemerasan Data: Ancaman yang Semakin Meningkat Ransomware terus menjadi salah satu ancaman yang paling umum dan merusak bagi organisasi kesehatan. Dalam setahun terakhir, CrowdStrike mencatat peningkatan signifikan dalam serangan ransomware dan pemerasan data yang menargetkan entitas kesehatan. Serangan ini tidak hanya mengganggu operasi sehari-hari, tetapi juga menyebabkan penundaan dalam layanan pasien dan merusak data pribadi kesehatan (PHI). Antara November 2023 dan November 2024, penjualan kredensial akses yang dicuri untuk menargetkan organisasi kesehatan meningkat hingga 50%. Ini menunjukkan bahwa pelaku kejahatan semakin pintar dan menargetkan titik-titik lemah seperti kredensial akses jarak jauh. Dalam satu contoh, pelaku menggunakan kredensial yang sah untuk masuk ke infrastruktur Virtual Desktop (VDI) organisasi kesehatan, melakukan rekonesans, dan mencuri data sensitif sebelum meluncurkan ransomware, yang menghasilkan taktik pemerasan ganda. Mengamankan Data Sensitif Kesehatan: Tantangan Kepatuhan HIPAA Selain risiko langsung dari serangan siber, organisasi kesehatan juga harus mematuhi regulasi ketat seperti Health Insurance Portability and Accountability Act (HIPAA). HIPAA mengharuskan organisasi kesehatan untuk menerapkan langkah-langkah perlindungan administratif, fisik, dan teknis guna memastikan kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan informasi kesehatan elektronik yang dilindungi (ePHI). Regulasi ini tidak hanya mengatur praktik keamanan siber, tetapi juga menetapkan standar untuk pemberitahuan pelanggaran, memastikan bahwa individu yang terdampak dan badan pemerintah diberitahukan jika terjadi pelanggaran. Namun, kepatuhan saja tidak cukup. Organisasi harus terus memantau dan meningkatkan postur keamanannya untuk menghindari pelanggaran data yang dapat merusak reputasi dan menimbulkan konsekuensi hukum. Keamanan Siber Proaktif: Resep Perlindungan Kunci untuk meminimalkan dampak ancaman siber di sektor kesehatan adalah mengadopsi pendekatan keamanan siber yang proaktif dan menyeluruh. Pengalaman langsung CrowdStrike dalam menangani serangan siber memberikan resep jelas untuk memperkuat keamanan di organisasi kesehatan. Berikut adalah langkah-langkah penting yang perlu diambil oleh para pemimpin organisasi kesehatan untuk melindungi diri mereka: Penilaian Keamanan Siber yang Mendalam Tinjauan keamanan yang komprehensif sangat penting. Organisasi kesehatan harus menilai semua area data — on-premises, IaaS, dan SaaS — untuk mengidentifikasi kerentanannya dan menerapkan langkah-langkah perlindungan yang kuat. Penilaian rutin dapat mengungkap kelemahan dalam akses pihak ketiga, misconfigurations, dan mekanisme deteksi yang tidak memadai, yang dapat meninggalkan sistem terpapar. Mengadopsi Pendekatan Zero Trust Keamanan Zero Trust, yang mengasumsikan bahwa ancaman sudah ada di dalam jaringan, sangat penting untuk meminimalkan titik akses bagi peretas. Organisasi kesehatan harus menerapkan langkah-langkah keamanan yang berfokus pada identitas, memastikan bahwa setiap pengguna dan perangkat terus-menerus diverifikasi sebelum diberikan akses ke sistem dan data yang kritis. Penilaian Keamanan Identitas secara rutin sangat penting untuk memahami kerentanannya dalam jaringan yang ada. Memperkuat Operasi Help Desk Banyak serangan dunia maya dimulai dengan mengeksploitasi operasi help desk yang lemah. Pelaku kejahatan sering menggunakan teknik rekayasa sosial untuk mereset kredensial pengguna dan mendapatkan akses ke sistem sensitif. Untuk mencegah ini, organisasi kesehatan harus memberlakukan proses verifikasi yang ketat untuk petugas help desk, khususnya saat menangani permintaan untuk mereset informasi multifactor authentication (MFA). Perencanaan Keberlanjutan Bisnis dan Respons Insiden Organisasi kesehatan harus memastikan bahwa Rencana Keberlanjutan Bisnis (BCP) mereka diuji secara teratur dan diperbarui. Sebuah BCP yang solid harus mempertimbangkan skenario terburuk, seperti serangan ransomware yang menghentikan infrastruktur kritis. Pertanyaan kunci yang perlu dipertimbangkan adalah: Bagaimana operasi dapat dilanjutkan jika infrastruktur virtualisasi terganggu? Bagaimana proses pemulihan dapat dilaksanakan dengan cepat? Pengujian dan Simulasi Rutin Mengujicoba respons organisasi terhadap insiden keamanan sangat penting untuk meningkatkan kesiapan. Penilaian keamanan tahunan, yang diikuti dengan latihan tabletop atau simulasi Red Team/Blue Team, akan mengidentifikasi celah dalam strategi pertahanan Anda. Langkah proaktif ini akan memastikan tim Anda siap untuk merespons dengan cepat dan efektif jika terjadi pelanggaran. Bagaimana CrowdStrike Bisa Membantu CrowdStrike memberikan dukungan menyeluruh untuk organisasi kesehatan yang ingin memperkuat keamanan sibernya. Melalui penilaian keamanan siber mendalam, intelijen ancaman, dan layanan respons insiden, CrowdStrike menawarkan alat dan keahlian yang diperlukan untuk meminimalkan risiko dan dampak serangan siber. Layanan CrowdStrike membantu organisasi kesehatan mengidentifikasi kerentanannya, merespons insiden dengan efektif, dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi HIPAA. Dengan mengadopsi pendekatan proaktif, organisasi kesehatan dapat mengurangi risiko menjadi korban serangan dunia maya. Dengan strategi, alat, dan dukungan yang tepat, penyedia layanan kesehatan dapat terus memberikan perawatan yang esensial sambil melindungi data pasien yang sangat berharga. Kesimpulan Industri kesehatan menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam hal keamanan siber. Seiring dengan semakin canggihnya pelaku kejahatan dunia maya, organisasi kesehatan harus mengembangkan strategi keamanan mereka agar tetap berada di depan ancaman. Dengan mengadopsi langkah-langkah proaktif seperti penilaian keamanan siber yang mendalam, implementasi…

Read More
July 7, 2025

Kenapa Organisasi Anda Butuh Falcon Exposure Management dengan Prioritas Risiko Berbasis AI Sekarang Juga

Di era serangan siber yang semakin kompleks, organisasi menghadapi tantangan besar: jumlah celah keamanan yang terus bertambah. Masalah sebenarnya bukan berapa banyak celah yang ada, tapi mana yang harus diperbaiki terlebih dahulu. Tanpa panduan jelas, tim keamanan sering kewalahan dengan ribuan peringatan dan sulit menentukan ancaman mana yang benar-benar berbahaya. Di sinilah CrowdStrike Falcon® Exposure Management hadir dengan kemampuan canggih berbasis AI yang membantu Anda mengenali, memprioritaskan, dan memperbaiki kerentanan paling berisiko dengan lebih cepat dan tepat. Krisis yang Semakin Memburuk: Terlalu Banyak Kerentanan, Tapi Panduan Kurang Laporan Global Threat CrowdStrike 2025 menyebutkan bahwa lebih dari setengah celah yang dieksploitasi di tahun 2024 digunakan untuk mendapatkan akses awal ke sistem. Penyerang kini semakin agresif membidik sistem yang terhubung langsung ke internet dan mengeksploitasi kerentanan yang memungkinkan eksekusi kode jarak jauh tanpa autentikasi. Mereka bergerak cepat dan tersembunyi — sering kali lebih cepat dari respons tim keamanan. Alat manajemen kerentanan lama yang hanya mengandalkan skor CVSS statis dan dashboard umum tidak mampu mengimbangi kecepatan dan kecanggihan ini. Mereka tidak memberi tahu Anda kerentanan mana yang sedang aktif dieksploitasi, bagaimana penyerang bisa bergerak dalam lingkungan Anda, atau aset mana yang paling penting untuk dilindungi. Akibatnya, tim keamanan tenggelam dalam data tanpa bisa menentukan prioritas yang tepat. Falcon Exposure Management: AI yang Menunjukkan Apa yang Paling Penting Solusi CrowdStrike mengubah cara Anda menghadapi masalah ini dengan menggabungkan intelijen ancaman real-time, konteks bisnis, dan AI canggih untuk menyoroti apa yang benar-benar harus Anda tangani terlebih dahulu. Begini caranya: AI-Powered Asset Criticality: Prioritas Berdasarkan Dampak Bisnis Tidak semua aset sama pentingnya. Falcon Exposure Management menggunakan AI untuk secara otomatis mengelompokkan aset Anda ke dalam tiga tingkat prioritas: Kritis, Tinggi, dan Non-Kritis, berdasarkan data firmografis, pola perilaku, dan wawasan dari organisasi sejenis. Ini membantu tim keamanan Anda memfokuskan upaya perbaikan pada aset yang memberikan dampak terbesar bagi bisnis. Berbeda dengan pengelompokan manual yang lambat dan tidak konsisten, pendekatan AI ini terus berkembang seiring perubahan organisasi dan ancaman baru. Falcon juga menggabungkan kecerdasan manusia dan data anonim untuk menyesuaikan prioritas aset dengan kebutuhan unik perusahaan Anda. ExPRT.AI: Prediksi Prioritas Kerentanan Skor CVSS statis sudah tidak cukup. Mesin eksklusif CrowdStrike, ExPRT.AI, memprediksi kerentanan mana yang paling mungkin dieksploitasi oleh penyerang — sebelum mereka melakukan serangan. Dengan menganalisis intelijen ancaman real-time dan model AI adaptif, ExPRT.AI secara terus-menerus memperbarui risiko kerentanan dari Rendah hingga Kritis. Ini artinya, tim Anda bisa berhenti membuang waktu memperbaiki celah berisiko rendah dan fokus pada kerentanan yang benar-benar mengancam. Hasilnya? Perbaikan lebih cerdas, pengurangan risiko lebih cepat, dan tim keamanan lebih efisien tanpa kelelahan. Client-Side Attack Path Analysis: Memetakan Jalur Serangan Penyerang Mengetahui kerentanan yang ada hanya sebagian dari solusi. Falcon Exposure Management kini menampilkan jalur serangan dari sisi klien — bagaimana penyerang mengeksploitasi perangkat pengguna dan bergerak menyebar ke dalam jaringan hingga mencapai data sensitif. Dengan visualisasi jalur serangan ini, tim keamanan bisa memahami bagaimana pelanggaran terjadi dan menyebar, serta dampaknya pada bisnis. Dalam beberapa kasus, tim dapat segera menghapus aplikasi rentan dari jarak jauh tanpa mengganggu perangkat pengguna. Integrasi Next-Gen SIEM: Risiko Prioritas Bertemu Respons Real-Time Falcon Exposure Management terintegrasi mulus dengan CrowdStrike Falcon Next-Gen SIEM, mengalirkan data kerentanan dan aset prioritas ke pusat operasi keamanan secara real-time. Ini memungkinkan analis SOC mengkorelasikan kerentanan dengan alert, perilaku, dan kejadian sehingga investigasi dan triase menjadi lebih cepat dan akurat. Alih-alih melihat dashboard terpisah-pisah, tim Anda mendapatkan gambaran lengkap tentang apa yang rentan, ancaman aktif, dan yang sudah ditangani — semua diselaraskan dengan risiko bisnis nyata. Selalu Selangkah Lebih Maju dari Penyerang Ancaman siber terus berkembang dengan cepat, tapi manajemen kerentanan Anda tidak boleh tertinggal. Prioritas risiko berbasis AI dari CrowdStrike Falcon Exposure Management mengubah data yang membanjiri menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti. Dengan menggabungkan prediksi eksploitasi, konteks aset yang memahami bisnis, pemodelan perilaku penyerang, dan pengayaan deteksi real-time, solusi ini membantu tim Anda memperbaiki celah yang benar-benar berbahaya terlebih dahulu. Jika Anda ingin mencegah pelanggaran sebelum terjadi dan membuat upaya keamanan Anda efektif, inilah saatnya memanfaatkan kemampuan AI generasi terbaru dari Falcon Exposure Management. Tim CrowdStrike Indonesia, bersama mitra resmi kami PT. iLogo Infralogy Indonesia, siap membantu Anda menavigasi tantangan keamanan cloud dengan solusi yang terbukti efektif dan berbasis kecerdasan buatan. Kami akan memandu Anda dalam mengevaluasi kebutuhan, memberikan demo langsung, hingga merancang solusi keamanan yang paling tepat untuk bisnis Anda. 🔐 Lindungi bisnis Anda sebelum ancaman datang. Hubungi kami hari ini untuk konsultasi gratis.

Read More
June 24, 2025

Menghentikan Pelanggaran Keamanan Cloud dengan Kecepatan Mesin: Mengapa Saya Percaya pada Charlotte AI dari CrowdStrike

Saat ini, cloud bukan lagi sekadar infrastruktur pendukung—cloud adalah medan pertempuran utama dalam dunia siber. Sebagai seseorang yang berkecimpung langsung di bidang keamanan siber, saya menyaksikan sendiri bagaimana serangan terhadap cloud berkembang semakin cepat dan kompleks. Para pelaku ancaman kini memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menembus pertahanan dengan kecepatan yang tidak lagi bisa dilawan dengan cara-cara lama. Selama ini, banyak tim keamanan (SOC) yang masih mengandalkan proses manual, alat yang terpisah-pisah, dan respons yang lambat. Masalahnya, saat lawan bergerak secepat mesin, kita tak bisa terus bertindak dengan kecepatan manusia. Karena itu, saya percaya Charlotte AI dari CrowdStrike adalah terobosan yang benar-benar dibutuhkan industri saat ini — dan solusi ini sudah membuktikan kehebatannya. Kita Butuh Solusi yang Lebih Cerdas, Bukan Sekadar Tambahan Alat Alat seperti Cloud Workload Protection (CWP) atau Cloud Posture Management memang penting, tetapi mereka tidak dirancang untuk menyelidiki dan merespons ancaman aktif yang kompleks. Mereka bisa memberi tahu apa yang salah, tapi tidak selalu memberi tahu apa yang harus dilakukan. Inilah celah yang diisi oleh Charlotte AI — bukan hanya menambah data, tapi benar-benar memahami, menyimpulkan, dan mengambil tindakan secepat seorang analis SOC berpengalaman. Mengenal Agentic AI: Masa Depan Pertahanan Cloud Charlotte AI dibekali dengan Agentic AI, jenis kecerdasan buatan yang mampu berpikir, mengambil keputusan, dan bertindak secara otonom. Ini bukan automasi biasa—ini AI yang mampu meniru pola pikir manusia ahli dalam menghadapi serangan nyata. Apa saja yang bisa dilakukan oleh Charlotte AI? Menganalisis dan melakukan triase deteksi secara instan Memberikan penjelasan yang masuk akal lengkap dengan bukti Melakukan investigasi mandiri seperti analis profesional Menjalankan respons otomatis dalam alur kerja yang telah ditentukan Bagi saya, ini bukan tentang menggantikan manusia, melainkan memperkuat kemampuan tim SOC secara drastis. Ancaman Nyata, Solusi Nyata Lihat saja kasus nyata seperti LABYRINTH CHOLLIMA, kelompok peretas yang terhubung dengan Korea Utara dan aktif menargetkan cloud. Dalam sebuah insiden, mereka mengeksploitasi rantai pasokan untuk mendapatkan akses dan melakukan eksfiltrasi data melalui cloud. Menangani kasus seperti ini secara manual bisa memakan waktu berjam-jam atau bahkan berhari-hari. Dengan Charlotte AI, seluruh proses investigasi dan respons bisa dilakukan hanya dalam hitungan menit. AI ini memahami hubungan antara endpoint dan cloud, dan bertindak cepat sebelum ancaman berkembang. Keunggulan Charlotte AI yang Saya Rasakan Triage Deteksi yang Cepat dan Akurat Charlotte AI segera menganalisis setiap peringatan, lalu memberikan penilaian, penjelasan, dan rekomendasi langkah berikutnya berdasarkan pengalaman Falcon Complete. Ini menghemat waktu tim SOC dan meningkatkan akurasi respons. Investigasi Otomatis dengan Agentic Response Setelah triase, Charlotte AI langsung melanjutkan dengan penyelidikan—mengajukan dan menjawab pertanyaan penting layaknya seorang analis ahli. Tidak ada celah yang terlewatkan, dan semuanya berjalan konsisten. Workflows Otomatis dengan Alur Kerja Cerdas Dengan Agentic Workflows, AI ini terintegrasi langsung ke dalam Falcon Fusion SOAR, menjalankan tindakan berdasarkan logika dan data, bukan sekadar aturan statis. Ini sangat penting di lingkungan cloud yang kompleks. Bukan Masa Depan—Ini Sudah Terjadi Dengan tingkat akurasi triase lebih dari 98% dan penghematan waktu manual hingga 40 jam per minggu, Charlotte AI telah membuktikan dirinya. Yang paling saya sukai adalah bahwa AI ini bekerja dalam batasan yang bisa kita atur—otomatis, tapi tetap di bawah kendali kita. Kesimpulan: Inilah Cara Kita Menang Charlotte AI bukan hanya mendeteksi ancaman cloud—ia memahaminya, menyelidikinya, dan mengatasinya sebelum ancaman berkembang. Didukung oleh intelijen dari lebih dari 255 aktor ancaman dan keahlian MDR dari Falcon Complete, Charlotte AI membantu kita bertindak lebih cepat dari lawan. Ingin Mengamankan Cloud Anda dengan Teknologi AI Terkini? Kami Siap Membantu. Jangan biarkan ancaman siber berkembang lebih cepat dari pertahanan Anda. Jika Anda ingin memahami lebih jauh bagaimana teknologi revolusioner dari CrowdStrike, termasuk Charlotte AI, dapat memperkuat sistem keamanan siber di organisasi Anda, sekarang adalah waktu yang tepat untuk bertindak. Tim CrowdStrike Indonesia, bersama mitra resmi kami PT. iLogo Infralogy Indonesia, siap membantu Anda menavigasi tantangan keamanan cloud dengan solusi yang terbukti efektif dan berbasis kecerdasan buatan. Kami akan memandu Anda dalam mengevaluasi kebutuhan, memberikan demo langsung, hingga merancang solusi keamanan yang paling tepat untuk bisnis Anda.

Read More
June 21, 2025

Laporan Ancaman Global CrowdStrike 2025: Strategi Perlindungan Siber untuk Dunia Bisnis Modern

CrowdStrike kembali merilis Laporan Ancaman Global 2025, yang menyajikan pandangan mendalam tentang lanskap ancaman siber selama tahun 2024. Laporan ini mengungkap pola serangan terbaru, taktik musuh, serta tren yang dapat membantu bisnis memperkuat pertahanan mereka dalam menghadapi era ancaman digital yang semakin kompleks. Dunia Siber yang Semakin Dinamis: Musuh Kini Beroperasi Seperti Bisnis Tahun 2024 menunjukkan bagaimana para pelaku kejahatan siber – baik kelompok kriminal maupun aktor negara – semakin meniru cara kerja korporasi. Mereka mempercepat operasional, memanfaatkan teknologi baru, dan menjalankan serangan dengan efisiensi tinggi. CrowdStrike menyebut tren ini sebagai kemunculan “musuh yang berorientasi bisnis”, yakni pelaku ancaman yang profesional, adaptif, dan sangat terorganisir. Statistik kunci dari laporan ini menunjukkan bahwa waktu rata-rata yang dibutuhkan penyerang untuk menyebar dari satu sistem ke sistem lainnya dalam jaringan korban – disebut breakout time – turun menjadi hanya 48 menit di tahun 2024, bahkan ada kasus yang terjadi hanya dalam 51 detik. Rekayasa Sosial dan Serangan Tanpa Malware Meningkat Metode rekayasa sosial terus berkembang, dengan lonjakan 442% dalam serangan vishing (phishing suara) dari paruh pertama ke paruh kedua tahun 2024. Taktik lain seperti callback phishing dan manipulasi help desk juga banyak digunakan untuk memperoleh kredensial pengguna. Menariknya, mayoritas serangan tidak lagi bergantung pada malware. Sebanyak 79% deteksi berasal dari aktivitas langsung penyerang (hands-on-keyboard), menandakan pergeseran ke metode yang lebih sulit dideteksi oleh sistem keamanan konvensional. Peran Generative AI dalam Serangan Siber Penggunaan Generative AI (GenAI) menjadi senjata baru bagi pelaku kejahatan siber. Dengan memanfaatkan LLM (Large Language Models), mereka mampu menciptakan email phishing dan situs pencurian kredensial yang sangat meyakinkan. GenAI menurunkan hambatan teknis dalam melakukan serangan dan memperbesar skalanya secara drastis. Aktivitas Aktor Negara-Negara: China Meningkat Signifikan Sepanjang 2024, aktivitas aktor negara-bangsa meningkat tajam – terutama yang dikaitkan dengan China. CrowdStrike mencatat lonjakan sebesar 150% dalam serangan siber dari China, dengan sektor seperti keuangan, media, manufaktur, dan teknik sebagai target utama. Tujuh kelompok ancaman baru terkait China, seperti LIMINAL PANDA dan VAULT PANDA, teridentifikasi memiliki pendekatan serangan yang lebih terfokus dan canggih. Tren Ancaman Siber Utama 2024 Beberapa temuan penting lainnya dari laporan CrowdStrike 2025 meliputi: Ancaman terhadap cloud meningkat 26%, dengan 35% insiden melibatkan penyalahgunaan akun sah. Eksploitasi layanan SaaS terus tumbuh, memanfaatkan kerentanan SSO dan identitas digital. Perangkat jaringan yang belum ditambal menjadi titik masuk utama karena lemahnya visibilitas EDR. Ancaman dari dalam organisasi semakin sulit dideteksi. CrowdStrike menangani 304 insiden, hampir 40% melibatkan kelompok FAMOUS CHOLLIMA, yang menyusup sebagai karyawan internal. Strategi Pertahanan yang Efektif: Kenali Musuh Anda Memahami cara kerja dan motivasi musuh menjadi kunci dalam membangun pertahanan yang efektif. CrowdStrike mendorong pendekatan berbasis intelijen musuh (adversary-focused security), yang terbukti lebih tangguh dalam menghadapi serangan tingkat lanjut. Dengan melacak lebih dari 257 musuh bernama dan 140 klaster aktivitas baru, CrowdStrike menawarkan panduan yang dapat membantu bisnis mengenali potensi ancaman sebelum terlambat. Unduh Laporan CrowdStrike 2025 dan Perkuat Pertahanan Siber Anda Untuk menghadapi tantangan siber di masa depan, pemahaman yang kuat terhadap lanskap ancaman sangat penting. Unduh Laporan Ancaman Global CrowdStrike 2025 dan ketahui lebih jauh bagaimana bisnis Anda bisa selangkah lebih maju dari para penyerang. Ingin tahu bagaimana CrowdStrike bisa mendukung sistem keamanan organisasi Anda? Hubungi tim kami di CrowdStrike Indonesia atau mitra resmi kami, PT. iLogo Infralogy Indonesia, untuk Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai bagaimana CrowdStrike dapat memperkuat keamanan di organisasi Anda, jangan ragu untuk menghubungi CrowdStrike Indonesia. Tim kami siap memberikan informasi yang lebih mendalam dan membantu Anda memilih solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi PT. iLogo Infralogy Indonesia yang siap memberikan penjelasan lebih lengkap mengenai solusi ini.

Read More
June 13, 2025

Mengapa Kemitraan CrowdStrike dan Microsoft Merupakan Terobosan dalam Attribusi Ancaman Siber

Di dunia yang semakin terhubung saat ini, keamanan siber bukan hanya masalah TI — ini adalah prioritas bisnis yang krusial. Setiap eksekutif dan pemimpin keamanan tahu ini: memahami siapa yang menyerang organisasi Anda, bagaimana mereka melakukannya, dan mengapa mereka menargetkan Anda sangat penting untuk tetap berada di depan. Namun, salah satu tantangan terbesar dalam keamanan siber tetap sulit diatasi — atribusi ancaman siber yang akurat dan konsisten. Selama beberapa dekade, vendor dan peneliti telah melacak aktor ancaman, namun pandangan mereka sering tidak selaras. Mengapa? Karena mereka melihatnya melalui lensa yang berbeda — data telemetri yang berbeda, standar yang berbeda, dan tingkat kedewasaan analitik yang berbeda. Fragmentasi ini menyebabkan kebingungannya. Apakah COZY BEAR sama dengan APT29? Bagaimana dengan UNC2452 atau Midnight Blizzard? Ketidakselarasan penamaan ini menciptakan penundaan dan kesalahpahaman yang mahal saat organisasi mencoba merespons ancaman dengan cepat dan tegas. Di sinilah kemitraan strategis antara CrowdStrike dan Microsoft masuk — dan mengapa ini sangat penting bagi setiap bisnis dan profesional keamanan. Tantangan Atribusi: Mengapa Ini Begitu Sulit Atribusi ancaman siber bukan hanya masalah teknis; ini adalah masalah komunikasi. Tanpa pemahaman bersama tentang siapa musuhnya, bagaimana tim dapat berkoordinasi untuk mempertahankan diri, memprioritaskan respons, atau memberi laporan yang akurat? Ketidakselarasan penamaan dan intelijen yang terisolasi menciptakan titik buta dan memperlambat pengambilan keputusan. Dalam keamanan siber, waktu adalah segalanya — kecepatan bisa menjadi perbedaan antara menghentikan serangan atau menderita pelanggaran. Meskipun kompleksitas ini, standar penamaan universal yang tunggal tidak realistis. Aktor ancaman berkembang, bergabung, dan terpecah, dan sumber data yang digunakan oleh vendor sangat bervariasi. Tetapi apa yang diusulkan oleh CrowdStrike dan Microsoft adalah jalan tengah yang pragmatis dan terobosan: menyelaraskan nama aktor ancaman tanpa memaksakan satu skema penamaan tunggal. Bagaimana CrowdStrike dan Microsoft Memimpin Cara Kemitraan ini bertujuan untuk membawa kejelasan dan konsistensi di seluruh industri, dimulai dengan lebih dari 80 aktor ancaman yang telah berhasil diselesaikan oleh kedua perusahaan. Ini bukan hanya tentang penamaan — ini tentang menciptakan “Rosetta Stone” bersama untuk musuh dunia maya yang dapat diandalkan oleh tim keamanan di seluruh dunia. Berikut adalah apa yang akan terjadi dalam praktiknya: Tindakan yang Lebih Cepat dan Lebih Jelas: Ketika analis SOC, responder insiden, dan CISO membaca laporan intelijen ancaman, mereka tidak akan membuang waktu bertanya-tanya apakah nama yang berbeda merujuk pada kelompok yang sama. Mereka dapat dengan cepat menilai risiko dan memprioritaskan respons dengan keyakinan. Kolaborasi yang Dipimpin Analis: Alih-alih hanya mengandalkan proses otomatis atau spekulasi sumber terbuka, kemitraan ini menggunakan analis ahli dari kedua perusahaan yang bekerja bersama untuk memetakan dan memperbarui identitas aktor ancaman secara berkelanjutan. Memperluas Penilaian di Lebih Banyak Vektor: Karena telemetri dari CrowdStrike dan Microsoft saling melengkapi, upaya ini juga memperkaya visibilitas terhadap taktik musuh di lebih banyak vektor — membuat pertahanan lebih cerdas dan lebih efektif. Model Pemerintahan yang Terkoordinasi: Perusahaan sedang mengembangkan model pemerintahan yang mencakup mitra terpercaya untuk memastikan pemetaan tetap akurat dan diperbarui seiring evolusi ancaman. Ini memastikan kolaborasi tumbuh lebih kuat dan relevan seiring waktu. Mengapa Ini Penting untuk Anda Apakah Anda berada di ruang rapat dewan perusahaan besar atau mengelola pusat operasi keamanan di perusahaan menengah, atribusi ancaman siber yang jelas berdampak langsung pada kemampuan Anda untuk mempertahankan organisasi secara efektif. Inilah mengapa Anda harus peduli: Mengurangi Waktu Respons: Kebingungannya memperlambat tim keamanan. Atribusi yang jelas mempercepat penyelidikan dan pemulihan. Meningkatkan Komunikasi: Ketika semua orang berbicara dalam “bahasa ancaman” yang sama, tim internal dan mitra eksternal dapat berkoordinasi tanpa hambatan. Meningkatkan Kepercayaan dalam Pengambilan Keputusan: Eksekutif dan dewan memerlukan intelijen yang jelas dan dapat ditindaklanjuti — bukan spekulasi. Aliansi ini membantu menyediakan hal itu. Mempersiapkan Ancaman Masa Depan: Seiring musuh berkembang dan aktor baru muncul, pendekatan yang diselaraskan dalam atribusi berarti Anda lebih siap untuk mengenali pola dan mengantisipasi serangan. Seruan untuk Komunitas Keamanan Siber CrowdStrike dan Microsoft telah mengambil langkah pertama yang penting dengan bergabung, tetapi pekerjaan ini tidak berhenti di sini. Inisiatif ini dirancang untuk tumbuh menjadi upaya yang dipimpin komunitas, mengundang organisasi lain yang terpercaya untuk berpartisipasi dan memperkuat ekosistem pemetaan. Bersama-sama, kita dapat mengakhiri kebingungannya yang telah lama mengganggu atribusi ancaman siber. Kita dapat memberdayakan para pembela di setiap level dengan kejelasan dan kecepatan yang dibutuhkan untuk mengungguli musuh. Kesimpulannya: Keamanan siber adalah perjuangan kolektif, dan memahami musuh Anda adalah garis depan. Kemitraan CrowdStrike dan Microsoft menandakan era baru kolaborasi dan kejelasan — yang dapat mengubah cara kita membela aset digital. Jika organisasi Anda menghargai kecepatan, akurasi, dan intelijen yang dapat ditindaklanjuti, aliansi ini adalah tonggak kemajuan yang patut diperhatikan — dan bergabunglah. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai bagaimana CrowdStrike dapat memperkuat keamanan di organisasi Anda, jangan ragu untuk menghubungi CrowdStrike Indonesia. Tim kami siap memberikan informasi yang lebih mendalam dan membantu Anda memilih solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi PT. iLogo Infralogy Indonesia yang siap memberikan penjelasan lebih lengkap mengenai solusi ini.

Read More
June 4, 2025

Mengapa CrowdStrike Jadi Pemimpin Utama dalam Keamanan Cloud Runtime: Solusi Terbaik untuk Melindungi Hybrid Cloud Anda

Di era keamanan siber yang terus berkembang pesat saat ini, melindungi lingkungan cloud Anda bukan sekadar pilihan — melainkan keharusan. Itulah sebabnya pengakuan CrowdStrike sebagai Pemimpin Frost Radar™ 2025 dalam Keamanan Runtime Cloud dan Aplikasi (CARS) menjadi sebuah terobosan yang tidak boleh Anda lewatkan. Dengan skor tertinggi di Indeks Inovasi dibandingkan semua vendor lain, CrowdStrike menetapkan standar emas untuk perlindungan terpadu dan waktu nyata yang mencakup cloud, identitas, dan endpoint — solusi tepat bagi organisasi modern untuk tetap unggul menghadapi ancaman siber yang semakin canggih. Tantangan: Serangan Cloud yang Kompleks dan Menyasar Banyak Domain Serangan cloud saat ini jarang terjadi secara terpisah. Biasanya, serangan ini merupakan kampanye berlapis yang menargetkan berbagai bagian infrastruktur Anda — mulai dari identitas, endpoint, hingga beban kerja dan aplikasi di cloud. Bagi banyak tim operasi keamanan (SOC), mengelola lingkungan hybrid cloud berarti harus menghadapi permukaan serangan yang dinamis dan rumit, sehingga deteksi dan respons menjadi tantangan besar. Di sinilah CrowdStrike menunjukkan keunggulannya. Sebagai pelopor dalam Cloud Detection and Response (CDR), CrowdStrike menghadirkan perlindungan runtime canggih yang dirancang khusus untuk kompleksitas hybrid cloud. Platform Falcon® Cloud Security mereka tidak hanya memantau, tetapi juga mengaitkan data ancaman secara real-time dari beban kerja cloud, aplikasi, dan identitas untuk mengungkap serangan saat terjadi. Apa yang Membuat CrowdStrike Berbeda? Perlindungan Terpadu dan Real-Time Laporan Frost & Sullivan memuji CrowdStrike sebagai satu-satunya penyedia CNAPP yang menawarkan perlindungan terpadu di seluruh cloud, identitas, dan endpoint — semuanya dalam satu platform. Integrasi ini memberikan tim keamanan Anda visibilitas menyeluruh ke seluruh siklus serangan, meliputi semua lapisan lingkungan hybrid cloud Anda. Bayangkan solusi yang: Menggabungkan deteksi berbasis AI dengan layanan pemburuan ancaman ahli 24/7. Menggunakan analitik perilaku canggih dan machine learning untuk mengenali tanda-tanda halus dari aktivitas penyerang sejak dini. Mengaitkan aktivitas runtime cloud dengan telemetri endpoint untuk menangkap pergerakan lateral dan eskalasi hak akses sebelum terjadi kerusakan. Sensor Falcon CrowdStrike memberikan visibilitas luar biasa ke dalam beban kerja cloud dan container, didukung oleh jaringan intelijen ancaman yang melacak ratusan musuh dan jutaan indikator kompromi setiap minggunya. Artinya, pertahanan Anda tidak hanya komprehensif, tapi juga terus berkembang mengikuti ancaman terbaru. Perlindungan Runtime Cloud Real-Time — Siap untuk Masa Depan Keunggulan utama CrowdStrike adalah pendekatan yang siap menghadapi masa depan. Platform Falcon Cloud Security dirancang untuk skalabilitas, stabilitas, dan keberlanjutan — didukung oleh roadmap inovasi yang jelas. Frost & Sullivan menyoroti kemampuan CrowdStrike dalam melindungi server, memantau perilaku runtime container, serta memindai konfigurasi cloud tanpa agen — memungkinkan respons cepat dan real-time di lingkungan hybrid. Hal ini sangat penting di dunia di mana kecepatan dan ketepatan menjadi kunci dalam menghentikan serangan sebelum berdampak serius. Kepemimpinan Terbukti yang Bisa Anda Andalkan Pengakuan Frost Radar ini mengonfirmasi apa yang sudah diketahui banyak organisasi: CrowdStrike memimpin pasar dengan pendekatan menyeluruh dalam keamanan cloud. Kombinasi AI mutakhir, intelijen ancaman terintegrasi, dan layanan managed detection and response (MDR) berbasis ahli membuat mereka menjadi mitra strategis yang Anda butuhkan untuk mengamankan aset cloud Anda dengan percaya diri. Dengan CrowdStrike, Anda bukan hanya membeli produk — Anda mendapatkan sekutu yang berdedikasi untuk mencegah pelanggaran sebelum terjadi. Inovasi tak henti dan fokus mereka pada taktik musuh nyata memastikan organisasi Anda selalu selangkah lebih maju dari para penyerang. Mengapa Strategi Keamanan Anda Butuh CrowdStrike Sekarang Jika Anda ingin melindungi lingkungan hybrid cloud dengan visibilitas luar biasa, deteksi ancaman cepat, dan pertahanan terpadu di semua domain, CrowdStrike adalah jawabannya. Kepemimpinan mereka dalam keamanan runtime cloud bukan hanya soal teknologi, tapi tentang memberdayakan tim keamanan Anda untuk bekerja lebih cerdas dan bertindak lebih cepat, mencegah pelanggaran yang bisa menimbulkan kerugian besar. Jangan puas dengan solusi keamanan yang terfragmentasi dan meninggalkan celah bagi penyerang. Pilihlah platform Falcon Cloud Security dari CrowdStrike — pemimpin inovatif dan terpercaya yang memberikan perlindungan real-time menyeluruh untuk cloud, identitas, dan endpoint. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai bagaimana CrowdStrike dapat memperkuat keamanan di organisasi Anda, jangan ragu untuk menghubungi CrowdStrike Indonesia. Tim kami siap memberikan informasi yang lebih mendalam dan membantu Anda memilih solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi PT. iLogo Infralogy Indonesia yang siap memberikan penjelasan lebih lengkap mengenai solusi ini.

Read More
June 2, 2025

CrowdStrike Menjadi Pemimpin dalam GigaOm Radar 2025 untuk Identity Threat Detection and Response (ITDR)

CrowdStrike kembali membuktikan kepemimpinannya dalam dunia keamanan siber dengan meraih posisi teratas sebagai Leader dan Outperformer dalam Laporan GigaOm Radar 2025 untuk Identity Threat Detection and Response (ITDR). CrowdStrike menjadi satu-satunya vendor yang meraih skor sempurna 5/5 untuk seluruh kategori Emerging Features, serta meraih nilai tertinggi untuk Key Features dan Business Criteria. Pengakuan ini menegaskan komitmen CrowdStrike dalam melindungi identitas—baik manusia maupun non-manusia—dalam lanskap digital yang semakin kompleks. Ancaman Berbasis Identitas Semakin Meningkat Serangan siber berbasis identitas kini menjadi salah satu jenis serangan yang paling umum dan sulit terdeteksi. Penyerang yang memperoleh kredensial sah dapat menyusup ke sistem, meningkatkan hak akses, dan mencuri data—semua dilakukan secara diam-diam. Bahkan, hampir 80% serangan akses awal saat ini tidak menggunakan malware, melainkan mengeksploitasi identitas dan metode non-tradisional lainnya. Dengan semakin meluasnya lingkungan hybrid dan adopsi layanan berbasis AI, permukaan serangan semakin besar. Jumlah identitas manusia dan mesin meningkat pesat, sehingga perlindungan berbasis AI secara real-time menjadi sangat penting. Falcon Identity Protection: Solusi Terdepan Laporan GigaOm menyoroti Falcon Identity Protection sebagai solusi unggulan yang menawarkan kecepatan dan akurasi berbasis AI, serta integrasi menyeluruh dengan platform CrowdStrike Falcon®. Beberapa kapabilitas utama yang diakui GigaOm antara lain: 1. Perlindungan Proaktif di Lingkungan Hybrid CrowdStrike meraih skor 5/5 untuk Proactive Protection. Falcon Identity Protection memantau identitas dan autentikasi secara real-time di lingkungan on-premises dan cloud, memprioritaskan risiko dan memblokir akses tidak sah. Dengan integrasi intelijen ancaman yang terhubung ke teknik MITRE ATT&CK®, solusi ini juga memperluas perlindungannya ke aplikasi SaaS melalui Falcon Shield. 2. Deteksi dan Respon Berbasis AI CrowdStrike juga meraih nilai sempurna dalam kategori Automated Incident Response dan Incident Analysis. Falcon Identity Protection bekerja bersama Falcon Next-Gen SIEM dan Falcon Fusion SOAR, memungkinkan automasi penuh dengan lebih dari 1.500 aksi otomatis. Teknologi Charlotte AI Detection Triage secara otomatis menganalisis dan memprioritaskan deteksi, membedakan ancaman nyata dari positif palsu. 3. Akses Istimewa Tepat Waktu Fitur baru Falcon Privileged Access memberikan kontrol akses berbasis risiko yang hanya mengizinkan akses saat dibutuhkan. Berdasarkan sinyal real-time dan intelijen ancaman, akses dapat diberikan, dibatasi, atau dicabut secara dinamis—menghilangkan risiko dari hak akses permanen. 4. Pendekatan Berbasis Adversary CrowdStrike mengedepankan pendekatan berbasis profil lawan (adversary-centric), memperkaya peringatan dengan intelijen real-time yang terhubung ke teknik MITRE ATT&CK®. Ini memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap jalur serangan dan memungkinkan tim merespons lebih cepat sebelum serangan berkembang. Platform Terpadu, Perlindungan yang Dapat Diskalakan GigaOm memuji integrasi data lintas modul dalam platform Falcon, yang memberikan visibilitas menyeluruh terhadap ancaman identitas—baik di endpoint maupun lingkungan cloud. Ini memungkinkan pengambilan keputusan akses berbasis data secara real-time dari berbagai sumber telemetri. Laporan GigaOm menyatakan: “Organisasi dapat menyesuaikan implementasi mereka sesuai kebutuhan—mulai dari deteksi dasar hingga pendekatan menyeluruh dengan manajemen posture dan mitigasi otomatis.” Membangun Masa Depan Perlindungan Identitas Berbasis AI Serangan berbasis identitas kini mengancam organisasi di berbagai skala dan industri. Hasil laporan ini membuktikan keunggulan kompetitif CrowdStrike sebagai satu-satunya platform terpadu yang melindungi identitas manusia dan non-manusia di seluruh siklus serangan—mulai dari kompromi awal hingga pergerakan lateral. GigaOm menutup laporannya dengan pujian: “CrowdStrike tidak hanya sudah menghadirkan banyak peningkatan, tetapi roadmap-nya yang kuat menjanjikan lebih banyak inovasi ke depan, terutama dalam pemanfaatan AI.” Dengan ancaman yang semakin kompleks, organisasi kini membutuhkan lebih dari sekadar deteksi—mereka membutuhkan kecerdasan real-time, automasi, dan perlindungan terpadu. CrowdStrike hadir sebagai solusi utama untuk menghentikan serangan sebelum dimulai. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai bagaimana CrowdStrike dapat memperkuat keamanan di organisasi Anda, jangan ragu untuk menghubungi CrowdStrike Indonesia. Tim kami siap memberikan informasi yang lebih mendalam dan membantu Anda memilih solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi PT. iLogo Infralogy Indonesia yang siap memberikan penjelasan lebih lengkap mengenai solusi ini.

Read More
May 23, 2025

CrowdStrike Falcon untuk Mobile Integrasi Android Enterprise dan Kemampuan Zero Trust

Seiring dengan adopsi strategi mobile-first dan kerja jarak jauh, mengamankan akses ke sumber daya perusahaan dari perangkat mobile pribadi dan perusahaan menjadi semakin kompleks. Dengan banyaknya perangkat, jaringan, dan lingkungan yang digunakan, organisasi memerlukan alat modern untuk menilai risiko perangkat mobile dan menegakkan kebijakan keamanan secara real-time. Menurut Verizon’s 2024 Mobile Security Index, lebih dari setengah (53%) organisasi yang disurvei mengalami insiden keamanan yang melibatkan perangkat mobile atau IoT yang mengakibatkan kehilangan data atau downtime. Selain itu, 80% responden menganggap perangkat mobile sangat penting untuk operasi mereka. Temuan ini menegaskan perlunya keamanan perangkat mobile menjadi pilar utama dalam strategi Zero Trust. Untuk memenuhi kebutuhan ini, CrowdStrike dengan bangga mengumumkan ketersediaan umum dua pembaruan besar untuk CrowdStrike Falcon® untuk Mobile: Falcon Zero Trust Assessment (ZTA) untuk iOS dan Android Integrasi Device Trust dari Android Enterprise Kedua pembaruan ini memungkinkan organisasi untuk menerapkan kebijakan Zero Trust pada perangkat mobile, mendapatkan visibilitas lebih dalam tentang postur perangkat, dan mengurangi risiko tanpa mengorbankan pengalaman pengguna. Memperluas Zero Trust ke Perangkat Mobile Falcon untuk Mobile kini telah mencakup integrasi penuh dengan Falcon Zero Trust Assessment (ZTA), yang memperluas kemampuan penilaian kepercayaan ke perangkat iOS dan Android. Falcon ZTA secara terus-menerus menganalisis atribut utama perangkat—seperti integritas OS, konfigurasi, dan data sensor—untuk menghasilkan skor kepercayaan real-time. Skor ini memungkinkan tim keamanan untuk secara dinamis memperbolehkan, memberi peringatan, atau memblokir akses berdasarkan postur keamanan perangkat. Tim keamanan yang menggunakan Falcon untuk Mobile kini dapat: Menegakkan kebijakan Zero Trust yang konsisten di seluruh perangkat mobile Memblokir perangkat mobile yang terkompromi atau berisiko dari akses ke sumber daya perusahaan Memicu respons berbasis kebijakan secara real-time berdasarkan skor kepercayaan perangkat Memenuhi standar kepatuhan industri dan regulasi Skor kepercayaan untuk perangkat mobile kini muncul di dashboard Falcon ZTA bersama dengan endpoint lainnya seperti desktop dan server. Semua pengguna dengan izin Investigate dapat melihat data ini, dan sinyal ZTA juga dapat diakses melalui API untuk integrasi ke dalam alur kerja kustom. Integrasi Baru: Device Trust dari Android Enterprise CrowdStrike dipilih sebagai mitra peluncuran resmi untuk Device Trust dari Android Enterprise, sebuah kerangka kerja baru yang memberikan telemetri tingkat perangkat yang canggih untuk keamanan Android. Integrasi ini memungkinkan Falcon untuk Mobile mengakses sinyal kepercayaan Android secara real-time—bahkan dari perangkat yang tidak dikelola atau perangkat milik pengguna (BYOD)—tanpa memerlukan pendaftaran perangkat penuh. Sinyal kepercayaan Android baru ini mencakup: Tingkat patch keamanan (untuk perangkat dan modul sistem) Versi kernel Pembaruan Over-the-Air (OTA) yang tertunda Indikator integritas sistem tambahan Dengan data ini, organisasi dapat: Menerapkan kontrol Zero Trust di seluruh perangkat Android, baik yang dikelola maupun tidak dikelola Mempertahankan postur keamanan yang kuat tanpa memerlukan pengelolaan perangkat mobile (MDM) Secara terus-menerus menilai postur risiko Android tanpa mengganggu pengguna Melindungi privasi pengguna dengan pengamanan bawaan dan API yang telah terverifikasi Sinyal-sinyal ini dimasukkan ke dalam platform Falcon melalui acara baru AndroidEnterpriseInfo, memberikan pembaruan berkala dan wawasan terkini. Wawasan ini divisualisasikan dalam dasbor kustom di dalam Falcon untuk Mobile, memungkinkan tim keamanan untuk menilai kesehatan fleet Android dan membuat keputusan akses secara real-time. Keamanan Skala Besar dengan Zero Trust untuk Android Integrasi dengan Device Trust memungkinkan organisasi untuk: Menilai postur perangkat pada saat akses Mengamankan perangkat Android BYOD dan yang tidak dikelola tanpa kompleksitas Meningkatkan respons insiden dengan visibilitas tingkat sistem Menyederhanakan penegakan kebijakan di seluruh perangkat yang beragam Dengan menggabungkan Falcon ZTA dan Device Trust, CrowdStrike memberdayakan organisasi untuk membawa keamanan Zero Trust ke tingkat berikutnya. Peluncuran ini mencerminkan kelanjutan dari kemitraan kuat CrowdStrike dengan Android Enterprise, yang memungkinkan kami untuk menyediakan kemampuan keamanan mobile baru dengan skala yang besar. Sebagai mitra terpilih Android Enterprise, CrowdStrike berada dalam posisi yang unik untuk memberikan perlindungan real-time yang terpercaya di seluruh ekosistem Android. Baik untuk melindungi tim jarak jauh yang kecil maupun workforce mobile global, CrowdStrike Falcon untuk Mobile memastikan bahwa organisasi dapat dengan percaya diri memperluas kontrol akses Zero Trust ke setiap perangkat, di mana saja. Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut mengenai bagaimana CrowdStrike dapat memperkuat keamanan di organisasi Anda, jangan ragu untuk menghubungi CrowdStrike Indonesia. Tim kami siap memberikan informasi yang lebih mendalam dan membantu Anda memilih solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi PT. iLogo Infralogy Indonesia yang siap memberikan penjelasan lebih lengkap mengenai solusi ini.

Read More
  • Previous
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • Next

Recent Posts

  • Frontier AI Menghancurkan “Waktu Aman” dalam Cybersecurity — Apakah Anda Masih Mengandalkan Cara Lama?
  • CrowdStrike Perluas Cloud Detection ke Google Cloud: Saatnya Keamanan Cloud Tidak Lagi Terpisah
  • Cloud Security Bukan Lagi Biaya — Ini Investasi dengan ROI 264% yang Mengubah Cara Bisnis Bertahan
  • Serangan Baru yang Lebih Berbahaya: Ketika DNS dan Kerberos Disalahgunakan Tanpa Disadari
  • Mendeteksi Serangan Kerberos Relay Melalui Penyalahgunaan DNS CNAME

Recent Comments

No comments to show.

Archives

  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • June 2024

Categories

  • blog
  • Uncategorized

Crowdstrike Indonesia adalah bagian dari PT. iLogo Infralogy Indonesia, yang bertindak sebagai partner resmi Crowdstrike. Selain itu, kami juga berperan sebagai penyedia layanan (vendor) sekaligus distributor berbagai produk Infrastruktur IT dan Cybersecurity terbaik di Indonesia.

Kontak Kami

PT iLogo Indonesia

AKR Tower – 9th Floor
Jl. Panjang no. 5, Kebon Jeruk
Jakarta Barat 11530 – Indonesia

  • crowdstrike@ilogoindonesia.id